COTBAROH.GAMPONG.ID - Setiap
hari banyak masyarkat Kemukiman Aron Kecamatan Glumpang Tiga dan juga ada dari
luar Kemukiman Aron bahkan dari luar Glumpang Tiga, mereka menjadikan waduk
Paya Raoh sebagai tempat rekreasi memacing, sore adalah waktu yang tepat untuk
memacing ikan di waduk Paya Raoh, ada yang muda, tua, bahkan anak kecil pun
berbondong-bondong untuk menimati “strike”
di Waduk Paya Raoh.
Tidak
perlu lama menunggu “strike”, karena
di waduk Paya Raoh saat ini banyak ikan hasil penangkaran beberapa waktu lalu,
waktu penangkaran warga dilarang memancing. Di Waduk Paya Raoh banyak ikan
tersebar, biasanya ikan yang di dapati pemancing antara lain ikan nila, mujair,
gabus dan lele, ikan nila dan mujair adalah ikan dari penangkaran sedangkan
gabus dan lele asli dari Waduk Paya Raoh.
Orang
dewasa para penikmat “strike” di
Waduk Paya Raoh kadang ada yang datang pagi Ke Paya Raoh dan pulangnya sore,
sedangkan untuk anak-anak yang masih pelajar atau siswa datangnya setelah
pulang sekolah dan mereka pulang sore dengan hasil yang cukup lumayan.
Paya
Raoh selain menyimpan sumber daya alam ikan yang melimpah juga menyimpan
panorama alam dengan pemandangan yang elok. Ada jembatan dan irigasi disana
yang dibangun dengan bagus dan kokoh, banyak orang dari kampong lain berkunjung
ke Paya Raoh karena pemandanganya yang begitu indah.
Konon
Paya Roah ini adalah peninggalan Abu
Daud Beureueh, sudah banyak orang bercerita tentang daya magis kepemimpinan
Daud Beureueh. Tokoh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) itu tak hanya
dikenal sepak terjangnya memimpin perang gerilya dan berpidato menyihir
massa, tetapi juga tak segan-segan mengayun cangkul dan bergelimang lumpur
bersama rakyatnya. Salah satu kisah yang abadi adalah apa yang terjadi di Paya
Raoh, Pidie, 14 Juli 1963.
Saat
itu, Daud Beureueh yang sudah turun gunung, memimpin kerja bakti yang
melibatkan 2.000 orang untuk menrenovasi bendungan saluran irigasi yang telah
dibangun sebelumnya oleh seorang Tgk yang dikenal oleh masyarkat Gampong Cot
Tunong dan Gampong Cot Baroh dengan sebutan Tgk Raoh, Sehingga bendungan
irigasi diberi nama dengan Paya Raoh ( Paya dalam bahasa Aceh Jika diartikan
dalam Bahasa Indonesia bendungan atau waduk) Pada saat itu rakyat yang kecewa
karena bupati setempat tak kunjung menyelesaikan masalah pengairan sawah,
mendatangi Daud Beureueh. Di tangan ulama itu, masalah pun terpecahkan.
* Muhammad Akmal, Remaja Gampong Cot Baroh. Email: Akmalfhlevi@gmail.com
Photo - Photo Terkait Paya Raoh :

0 komentar:
Posting Komentar