COTBAROH.GAMPONG.ID - Melalui
sistem Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), Kantor Kepala
Staf Presiden (KSP) mengajak masyarakat untuk ikut memantau penyaluran dana
desa yang 80 persennya masih "mangkrak" di rekening kepala daerah.
Terdapat permasalah pembangunan
dan layanan publik di sekitar Anda adukan semua ke LAPOR! melalui situs online
LAPOR! www.lapor.go.id.
Deputi bidang Pengendalian Pembangunan Program Prioritas, Darmawan Prasodjo, mengatakan masyarakat bisa melaporkan dugaan penyalahgunaan penyaluran dan penggunaan dana desa, melalui sistem tersebut.
"Sistem LAPOR! ini adalah upaya pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa," kata Darmawan.
Selain melalui sistem LAPOR!, Darmawan Prasodjo menyebut masyarakat juga bisa
melaporkan pemanfaatan dana desa di daerah melalui pesan singkat ke nomor 1708.
Dengan ikut berpartisipasi memantau penyaluran dan pemanfaatan dana desa, maka masyarakat juga ikut berpartisipasi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, serta ikut mendorong percepatan pembangunan di desa.
Pemerintah menganggarkan dana desa untuk tahun ini sebesar Rp 20,7 triliun, 80 persen dana desa yang belum tersalurkan jumlahnya adalah sekitar Rp 16,57 triliun.
Di sisa waktu tahun 2015 ini,
pemerintah berencana untuk mendongkrak penyaluran dan pemanfaatan dana desa.
Koordinator Bidang Pencegahan
Ombudsman Republik Indonesia, Winarso, menambahkan bahwa lembaga negara lain
juga harus ikut berpartisipasi dalam pemantauan penyaluran dan pemanfaatan dana
tersebut.
Dengan demikian dapat tercipta
sinergisitas yang membuat sistem tersebut lebih efektif. "Jadi tindak
lanjut pengaduan nanti jangan ala kadarnya," Ujarnya.
Sumber: tribunnews.com/admin
Foto ilustrasi: Lapor!

0 komentar:
Posting Komentar